Berikut adalah Perbedaan Keju Alami dan Keju Olahan

 Berikut adalah Perbedaan Keju Alami dan Keju Olahan

ilusterasi keju by pixabay

JURNALBACA  — Keju alami dan olahan ternyata memiliki perbedaan dari sisi komposisi dan teknik pembuatannya.

Sebagaimana dikutip dari buku Ilmu dan Teknologi Pengolahan Keju karya Purwadi, keju olahan merupakan keju alami yang diberikan tambahan bahan pengemulsi dan ada uga yang mengalami pematangan atau maturations.

Sedangkan untuk keju alami dibuat menggunakan bahan yang sederhana tanpa adanya pengolahan tingkat lanjut.

Disisi lain, Tri Hastuti seorang manager dari brand keju ternama mengatakan, keju olahan dibuat dari campuran keju alami dengan beberapa tambahan bahan lain sedagkan keju alami terbuat dari susu segar, garam, kultur dan juga enzime.

Perbedaan lain juga bisa dilihat dari kandungan garam dimana keju alami memiliki kandungan garam yang lebih rendan jika dibandingakan dengan keju buatan yang bisa mencapai dua kali pita kandugan garam.

Keju alami memerlukan waktu setidaknya paling cepat 60 hari proses pembuatan dan proses penyimpanannya juga didiamkan secara alami.

“Semakin lama disimpan, rasanya lebih kaya,” kata Tri dikutip dari Antara pada Minggu, 5 Desember 2021.

Dari sisi rasa, keju alami memiliki rasa yang berbeda tergantung lama penyimpanannya, dan tentunya keju disimpan dengan waktu yang leih lama memiliki rasa yang lebih menonjol.

Selain itu dari segi tekstur, keju yang sudah tersimpan antara 3 hingga 6 bulan mempunyai tekstur yang lembut, gurih dan segar. Keju dengan lama penyimpanan yang berbeda akan menghasilkan rasa dan aroma yang berbeda.

Pada umumnya, tekstur keju alami dibandingkan keju olahan cenderung lebih rapuh, mudah pecah dan hancur.

Keju olahan bisa bertahan lama di dalam suhu ruang, namun keju alami harus disimpan di dalam kulkas dengan suhu 4 derajat celcius. ***

Redaksi
Author: Redaksi

BACA JUGA :  IBF dan PBSI Serahkan Bantuan Senilai Rp Rp219,5 juta Keenam Lembaga di Bali