Film Dua Sisi yang Sempat Diragukan Oleh Dewi Pradewi

 Film Dua Sisi yang Sempat Diragukan Oleh Dewi Pradewi

Dewi Pradewi dan Puja Astawa

Film Dua Sisi akhirnya tayang perdana di ruang Bioskop Alaya, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, Jumat, 7 Mei 2021. Film yang diadaptasi dari buku karya Dewi Pradewi berjudul Tatto Perempuan Bali ini mendapatkan banyak respon positif dari berbagai kalangan.

Film yang dimulai pada pukul 15.00 wita itu dikerumuni banyak penonton bahkan hingga dibagi menjadi tiga session.

Puja Astawa selaku sutradara dari film itu bercerita panjang mengenai project perdananya dengan Dewi Pradewi. Diakuinya jika kolaborasi itu adalah keinginannya sejak lama dan ketika Dewi Pradewi mengajak untuk membuat sebuah project film, Puja langsung mengiayakannya.

“Gayung bersambut sih, ternyata dia juga memiliki keinginan yang sama dengan saya,” tutur Puja saat ditemui di Genung DNA. Jumat, 7 Mei 2021.

Lebih lanjut, proses pembuatan film ini cukup singkat sekitar tiga bulan saja. Menariknya, sejak awal persetujuan untuk membuat kolaborasi ini, Dewi Pradewi sempat meragukannya, bagaimana tidak, Puja tidak memberikan jawab ketika ditanya kelanjutan dari proyek itu.

 

“Saat itu masih tahap penulisan naskah, Dewi sampai bilang begini, ‘bli kalau tidak bisa jangan dilanjutkan ya’ dan saya diamkan saja sampai akhirnya saya rasa sudah rampung barulah saya kasi jawaban,” ujar pria yang juga seorang YouTuber ini, yang kala itu ditemani Dewi Pradewi.

Tidak sekedar membuat film, Puja mengakui jika dirinya melakukan berbagai riset termasuk membaca buku Tatto Perempuan Bali. Ia juga mengakui ada beberapa cerita yang tidak tertulis di buku itu namun tidak mengurangi makna dari bukunya itu sendiri.

“Urgensinya adalah implikasi psikis yang dialami oleh terstigma di mana ia adalah sebagai pelaku budaya yang terpinggirkan dari budaya dominan, ini sering juga saya alami sendiri,”tambah Dewi Pradewi.

BACA JUGA :  Dukung Program Pariwisata Bali Bangkit, HBI Gelar Mixo Chef The Ultimate 2021

Lebih lanjut disampaikan Dewi, film itu sengaja dibuat sebagai visualisasi dari bukunya sebab dia menyadari jika masyarakat masih banyak yang kurang menyukai budaya membaca. “Sehingga visual ini menjadi strategi juga untuk menyampaikan pesan dari buku saya,” tuturnya.

Film berdurasi 60 menit itu nantinya akan diputar di seluruh wilayah di Bali secara bergantian melalui komunitas sebelum akhirnya alan rilis di YouTube Puja Astawa.

Puja dan Dewi Pradewi juga membocorkan jika mereka telah memiliki project lanjutan dari film itu namun mereka sepakat untuk tidak memberikan detail lebih lanjut dari film itu. “Rahasia dong, cukup cluenya itu dulu,” sahut mereka secara bersamaan.

Film bergenre drama dengan nuansa komedi ini menggunakan dialog bahasa Bali dan Bahasa Indonesia. film ini melibatkan banyak artis serta musisi yakni, Jun Bintang, Ajik Cok “Krisna, Agung Raka Suteja (Gung Mayong), Gede Purnama Jaya, Lanyak, Do Dok dan masih banyak lainnya lagi. (Redaksi/PRA)

 

Redaksi
Author: Redaksi